update data update data update data update data

Jurnal

HOME

ILMIAH

PENGABDIAN MASYARAKAT

BERITA SANITAS

Kalender
Juni 2017
MinSenSelRabKamJumSab
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 2930

Pengunjung
Total Visits: There have been 2275 visitors to this websiteThere have been 2275 visitors to this websiteThere have been 2275 visitors to this websiteThere have been 2275 visitors to this website


INFORMASI JURNAL ILMIAH

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGOBATAN SENDIRI OLEH IBU KETIKA ANAK BALITA NYA DEMAM DI RW 08 KELURAHAN PADEMANGAN BARAT JAKARTA UTARA TAHUN 2010
Author : Yetri Elisya, Gloria Murtini, Surahman - Kategori: Ilmiah - Tanggal : 2014-06-01 - Visit : 269


ABSTRAK

Perlakuan, penanganan yang salah, lambat, dan tidak tepat pada balita yang mengalami demam akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita, bahkan dapat membahayakan keselamatan jiwanya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai gambaran pengobatan sendiri oleh ibu ketika anak balita demam di masyarakat. Penelitian dilakukan di lingkungan RW 08 Pademangan Barat Jakarta Utara tahun 2010. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel yang didapat sebesar 100 orang. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separuh ibu melakukan pengobatan sendiri (54%) sisanya  berobat ke sarana pelayanan kesehatan baik puskesmas, rumah sakit maupun ke dokter praktik (46%). Variabel independen yang berhubungan dengan pengobatan sendiri oleh ibu ketika balitanya demam , terdapat  2 variabel yang bermakna yaitu variabel umur (p Value = 0,001) dan variabel jumlah keluarga (p Value = 0,000). Ibu yang berumur ≤ 34 tahun 72,3%) lebih banyak melakukan pengobatan sendiri dibandingkan dengan ibu yang berumur > 34 tahun  (37,7%). Ibu yang jumlah anggota keluarganya  > 4 orang  (90,5%) lebih banyak melakukan pengobatan sendiri dibandingkan dengan ibu yang jumlah anggota keluarganya     4 orang  (27,6%).     Penulis menyarankan, pada penelitian selanjutnya diharapkan peneliti memasukkan  “informasi” sebagai variabel dalam penelitiannya, mengingat di daerah Jakarta informasi tentang pengobatan sendiri sangat berpengaruh terhadap segala tingkat pendidikan.

... Kembali Menu       Detail ...  

 

Copyright © 2017 Poltekkes Kemenkes Jakarta II All Rights Reserved