update data update data update data update data

Jurnal

HOME

ILMIAH

PENGABDIAN MASYARAKAT

BERITA SANITAS

Kalender
Juni 2017
MinSenSelRabKamJumSab
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 2930

Pengunjung
Total Visits: There have been 2328 visitors to this websiteThere have been 2328 visitors to this websiteThere have been 2328 visitors to this websiteThere have been 2328 visitors to this website


INFORMASI JURNAL ILMIAH

HUBUNGAN LAMA MENSTRUASI, STATUS GIZI, KONSUMSI BAHAN MAKANAN PENINGKAT - PENGHAMBAT ABSORPSI ZAT BESI DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA KARYAWATI PT. WYETH INDONESIA
Author : Nanang Prayitno *) Maya Fadhilah **) - Kategori: Ilmiah - Tanggal : 2011-06-01 - Visit : 877


Nanang Prayitno  *) Maya Fadhilah **)

ABSTRAK 

Status kesehatan masyarakat pekerja di Indonesia umumnya belum memuaskan. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa 30-40 % pekerja menderita kurang energi protein (KEP), 30 % menderita anemia gizi dan 35 % kekurangan zat besi tanpa anemia. Penyebab anemia terbesar di Indonesia adalah kurangnya asupan zat besi yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin dan rendahnya konsumsi zat gizi lainnya sebagai pendukung absorpsi zat besi seperti vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menstruasi, status gizi, konsumsi bahan makanan peningkat dan penghambat absorpsi zat besi serta kadar hemoglobin pada karyawati PT. Wyeth Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 36 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji T test independent dan korelasi. Dari hasil analisis deskriptif diketahui bahwa 63,9% responden mengalami lama menstruasi normal (3-7 hari). Status gizi responden 80,6 % berada dalam status gizi normal. Dari data asupan gizi yang diperoleh dengan cara recall 3 x 24 jam diketahui bahwa 80,6 % mengkonsumsi protein dengan kategori cukup (> 80 % AKG), 63,9 % mengkonsumsi vitamin C dengan kategori cukup (> 80 % AKG), dan  hanya 8,3 % respondents mengkonsumsi zat besi dengan kategori cukup (> 80 % AKG). Dari hasil pengukuran kadar hemoglobin dengan alat Neso Multicheck Nw-06 diketahui bahwa rata - rata kadar hemoglobin adalah 13,1708 gr/dl. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara lama menstruasi, asupan protein, asupan zat besi, konsumsi bahan makanan peningkat absorpsi Fe (ayam, daging, ikan dan vitamin C), penghambat absorpsi Fe (teh dan kopi) dengan kadar hemoglobin (p > 0,05), serta tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p > 0,05). Sedangkan untuk asupan vitamin C dan kadar hemoglobin menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p < 0,05). Diantara zat peningkat penyerapan zat besi hanya konsumsi Vitamin C yang berhubungan dengan kadar hemoglobin.

Kata Kunci : Anemia, Hemoglobin, AKG ( Angka Kecukupan Gizi )

*)Dosen pada Jurusan Gizi Poltekes Jakarta II

**)Ahli Gizi Pada Puskesmas Kuningan, Jawa Barat

... Kembali Menu       Detail ...  

 

Copyright © 2017 Poltekkes Kemenkes Jakarta II All Rights Reserved